7 menit baca

Panduan Lengkap Tata Cara Umrah Sesuai Sunnah Nabi ﷺ (Dari Miqat Hingga Tahallul)

Panduan praktis pelaksanaan ibadah umrah langkah demi langkah sesuai dalil shahih Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Ibadah umrah merupakan salah satu ibadah yang sangat mulia dalam Islam. Rasulullah ﷺ bersabda: "Ibadah umrah ke umrah berikutnya adalah penggugur dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga" (HR. Bukhari no. 1773 & Muslim no. 1349). Agar ibadah umrah kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, syarat mutlaknya adalah ikhlas karena Allah dan ittiba' (mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ). Berikut panduan lengkap urutan pelaksanaan umrah sesuai sunnah shahihah.

1. Persiapan dan Berihram dari Miqat

Langkah Awal Memulai Niat Ibadah Umrah

Sebelum memasuki batas Miqat (seperti Bir Ali/Dzulhulaifah untuk jemaah dari Madinah, atau di atas pesawat sebelum melintasi Qarnul Manazil/Yalamlam untuk yang mendarat di Jeddah), jemaah disunnahkan untuk bersuci dan bersiap-siap:

• Mandi besar (mandi junub/ihram) bagi pria maupun wanita, termasuk yang sedang haidh atau nifas.

• Memotong kuku, merapikan kumis, mencukur bulu ketiak dan kemaluan.

• Memakai wewangian di badan (bukan pada kain ihram) sebelum berniat ihram.

• Mengenakan pakaian ihram: 2 lembar kain putih tidak berjahit (Izar dan Rida') bagi pria dengan membuka kepala; sedangkan bagi wanita memakai pakaian muslimah syar'i yang menutup aurat tanpa cadar dan sarung tangan.

Setelah siap di miqat, jemaah melafadzkan niat umrah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً

"Labbaika Allahumma 'umratan"

Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk menunaikan ibadah umrah.

— HR. Muslim no. 1251 dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu.

2. Membaca Talbiyah Sepanjang Perjalanan Menuju Makkah

Selama perjalanan dari Miqat menuju Kota Suci Makkah dan Masjidil Haram, disunnahkan memperbanyak bacaan Talbiyah yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لاَ شَرِيكَ لَكَ

"Labbaik Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak."

Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kenikmatan, dan kerajaan hanyalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.

— HR. Bukhari no. 1549 dan Muslim no. 1184 dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.

3. Memasuki Masjidil Haram dan Thawaf 7 Putaran

Rukun Kedua Ibadah Umrah

Masuklah ke Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan seraya membaca doa masuk masjid. Saat pandangan pertama tertuju ke Ka'bah, hentikan talbiyah dan bertakbirlah.

Ketentuan Thawaf Umrah:

• Idhthiba': Khusus pria pada saat thawaf umrah, sunnah membuka bahu kanan dan menutup bahu kiri dengan kain atas (rida').

• Suci dari hadats besar dan kecil (berwudhu).

• Memulai dari garis lurus Hajar Aswad: Menghadap Hajar Aswad, mengangkat tangan kanan sambil bertakbir ("Bismillahi Allahu Akbar"), lalu mulai mengelilingi Ka'bah berlawanan arah jarum jam (Ka'bah berada di sebelah kiri).

• Raml (berjalan cepat/lari-lari kecil): Sunnah bagi pria pada 3 putaran pertama, dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhir.

• Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad pada setiap putaran, disunnahkan membaca doa berikut:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban-naar."

Wahai Rabb kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka.

— HR. Abu Dawud no. 1892 (Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

4. Shalat Sunnah 2 Rakaat di Belakang Maqam Ibrahim & Minum Zamzam

Setelah menyelesaikan 7 putaran thawaf, tutup kembali bahu kanan pria, lalu berjalan menuju Maqam Ibrahim sambil membaca: "Wattakhidzuu mim maqaami Ibraahiima mushallaa" (QS. Al-Baqarah: 125).

• Shalat sunnah 2 rakaat: Rakaat pertama membaca Surat Al-Kafirun setelah Al-Fatihah, rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah.

• Setelah shalat, disunnahkan menuju tempat air Zamzam, meminumnya hingga kenyang dan menyiramkan sedikit ke atas kepala seraya berdoa kebaikan (karena air Zamzam bermanfaat sesuai niat peminumnya - HR. Ibnu Majah no. 3062).

5. Melaksanakan Sa'i Antara Shafa dan Marwah 7 Kali

Rukun Ketiga Ibadah Umrah

Menuju bukit Shafa untuk memulai Sa'i. Saat mendekati Shafa, bacalah firman Allah: "Innash-shafaa wal-marwata min sya'aa-irillah, abda-u bimaa bada-allahu bih" (QS. Al-Baqarah: 158).

• Naik ke bukit Shafa, menghadap ke arah Ka'bah, mengangkat kedua tangan lalu membaca takbir 3x dan tahlil:

• Berjalan menuju bukit Marwah. Khusus pria, saat melintasi area yang ditandai lampu hijau, disunnahkan berlari-lari kecil.

• Dari Shafa ke Marwah dihitung 1 putaran, dari Marwah ke Shafa dihitung putaran ke-2. Sa'i berakhir di bukit Marwah pada putaran ke-7.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

"Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadiir. Laa ilaaha illallaahu wahdah, anjaza wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah."

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Mu. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesembahan selain Allah semata, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan pasukan musuh sendirian.

— HR. Muslim no. 1218 dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu.

6. Tahallul (Mencukur / Memotong Rambut)

Penyempurnaan Rukun Umrah Terakhir

Setelah tiba di bukit Marwah pada putaran ke-7 Sa'i, jemaah melakukan Tahallul:

• Bagi Pria: Mencukur habis rambut kepala (Halq) adalah yang paling utama, atau memotong rata seluruh bagian rambut (Taqshir). Rasulullah ﷺ mendoakan 3 kali ampunan bagi yang mencukur gundul dan 1 kali bagi yang memendekkan (HR. Bukhari no. 1727).

• Bagi Wanita: Cukup memotong ujung rambut sepanjang satu ruas jari (sekitar 1-2 cm) dari kumpulan rambutnya.

Dengan selesainya tahallul, rangkaian ibadah umrah telah tuntas sempurna dan seluruh larangan ihram kembali menjadi halal.

Kesimpulan

Demikian tata cara ibadah umrah sesuai sunnah Rasulullah ﷺ yang shahih dan jelas dalilnya. Di Eshar Group, setiap jemaah didampingi langsung oleh Muthowwif dan Muthowifah berpengalaman serta bersertifikasi yang memastikan setiap langkah manasik Anda berjalan tenang, tertib, dan sesuai dengan syariat Islam.

Pertanyaan Sering Ditanyakan (FAQ)

Apa saja 4 rukun umrah yang wajib dilakukan?

Rukun umrah ada 4: (1) Ihram disertai niat, (2) Thawaf mengelilingi Ka'bah 7 putaran, (3) Sa'i antara Shafa dan Marwah 7 kali, dan (4) Tahallul (mencukur atau memotong rambut).

Di mana tempat memulai ihram umrah (Miqat)?

Bagi jemaah yang terbang langsung ke Madinah, miqatnya adalah di Dzulhulaifah (Bir Ali). Bagi yang langsung menuju Makkah (mendarat di Jeddah), ihram dimulai di atas pesawat saat melintasi Yalamlam atau Qarnul Manazil.

Apakah wanita yang sedang haidh boleh melaksanakan thawaf?

Wanita yang sedang haidh tetap berihram dari miqat dan melakukan semua amalan umrah kecuali thawaf di Ka'bah, hingga ia suci dan mandi besar (HR. Bukhari & Muslim).

Konsultasi Ibadah Umrah Bersama Muthowwif

Butuh bimbingan manasik atau ingin merencanakan keberangkatan umrah privat untuk keluarga Anda?

Hubungi via WhatsApp (0812-6372-1720)

Wujudkan Ibadah Umrah Tenang Bersama Keluarga

Eshar Group menghadirkan layanan umrah privat berlandaskan sunnah, ramah lansia & anak, serta jadwal fleksibel sesuai keinginan keluarga Anda.

Bicara dengan tim